Konfigurasi DNS Server

  1. PENGERTIAN

DNS  adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (Numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (Alphabetic) ataupun sebaliknya. Yang memudahkan kita dalam mengingat host komputer tersebut. Misalnya, server gudangIT memiliki alamat ip 100.19.5.7, namun pada umumnya orang tidak akan mudah mengingat alamat IP dalam bentuk Numeric. Dengan adanya DNS Server kita bisa mengakses halaman situs dari server gudangIT hanya dengan mengakses nama Domainnya tanpa harus menghafal IP Address.   

  • KONFIGURASI

Pada konfigurasi DNS pada debian kita menggunakan package yang bernama  BIND9 ( Berkeley Internet Name Domain versi 9 ). BIND 9 ini merupakan suatu aplikasi linux yang sangat populer sebagai DNS Server dan hampir semua distro linux menggunakannya.

  1. Sebelumnya kita masukkan DVD 1 linux debian karena package bind9 ada pada DVD 1. Dengan itu menggunakan perintah apt-cdrom add. Jika sudah dimasukkan DVDnya maka akan muncul tampilan seperti gambar dibawah  ini.
  1. Kemudian install package bind9 dengan perintah apt-get install bind9

Lalu ketik Y  untuk melanjutkan proses Instalasi BIND9

  • Langkah berikutnya kita membuat Zone Domain yang digunakan untuk menentukan nama untuk Domain dari server kita. Untuk membuat zone domain kita harus masuk ke dalam file named.conf atau juga bisa named.conf.local  yang terletak pada direktori /etc/bind/. Untuk masuk ke dalam file tersebut ketikkan perintah Nano /etc/bind/named.conf.

Tambahkan Script seperti gambar di atas. Jika sudah tekan CTRL+X kemudian tekan Y untuk menyimpan konfigurasinya. Pada file reverse kita tuliskan 1 blok IP paling depan.

  • Kemudian kita akan copy file forward dan reverse pada direktori  /var/cache/bind/ dengan kita ketikkan perintah CP. Ketikkan perintah seperti gambar dibawah ini .
  • Setelah itu kita akan mengubah script db.for dan db.rev untuk dapat menerjemahkan IP Address dan DNS yang kita buat. Dengan memasukkan perintah nano /etc/var/cache/bind/db.for atau nano /etc/var/cache/bind/db.rev dan jika sudah lalu simpan konfigurasinya.

Berikut scritp yang diubah untuk db.for

Berikut scritp yang diubah untuk db.rev

Note : Masukkan 3 blok IP terakhir dan dibalik.

  • Selanjutnya kita tambah kan DNS dan Name Server dari server debian tersebut pada file resolv.conf. Agar dapat diakses melalui komputer localhost.  Untuk masuk kedalam file resolv.conf ketikkan perintah nano /etc/resolv.conf. Kemudian tambahkan DNS dan Name Servernya lalu simpan konfigurasinya.
  • Kemudian kita restart bind9 menggunakan perintah /etc/init.d/bind9 restart atau  rndc reload
  • Kemudian kita uji apakah DNS Server tersebut berhasil atau tidak. Untuk melakukan pengujian kita menggunkana perintah nslookup kemudian masukkan IP dan DNS.
  • PERMASALAHAN
  • Pada saat kita restart bind9 failed seperti gambar dibawah ini, maka terdapat kesalahan pada file named.conf. Kesalahan tersebut bisa berupa kurang tanda titik koma, kurung kurawal ataupun IPnya. Maka kita harus pergi ke file tersebut dengan perintah nano /etc/named.conf.  Jika sudah restart bind9
  • Jika pada saat pengujian muncul tampilan gambar di bawah ini, maka terdapat kesalahan dalam penggantian IP ataupun localhost pada file db.rev. Edit file db.rev lalu restart bind9 jik file db.rev sudah benar.
  • Jika saat akan melakukan instalasi bind9 apt-get install bind9 , tiba tiba proses berhenti sejenak dan terdapat text disana terselip kata CD-ROM maka langsung saja tekan enter dan proses intalasai akan berlanjut.
  • jika saat dilakukan “nslookup IP” maupun “nslookup domain name” hasilnyaconnection timed out; no servers could be reached, itu dikarenakan kesalahan pada resolv.conf. Buka nano /etc/resolv.conf dan lakukan pengeditan terhadap masalah yang ada. Setelah itu simpan (Ctrl + X). Restart bind9 dengan cara ketik /etc/init.d/bind9 restart.  Cek lagi dengan perintah nslookup 192.168.1.29 atau  nslookup debian.com(sebagai contoh).